JLS Tulungagung, pantai Klatak
Dengan motor, traveling jadi lebih simpel.

Hallo semuanya, bagaimana kabar kalian di awal bulan ini?? Semoga semakin tetap semangat untuk terus berkarya dan menginspirasi orang lain. Aamiin. Untuk yang sudah kerja pasti rasanya seneng banget karena dompetnya tebel lagi, hehehe.  Buat yang mahasiswa, semangat ya, ajaran baru dimulai yang pastinya bakalan sibuk banget enam bulan ke depan. Untuk yang sudah selesai mengerjakan skripsi, selamat dan selamat datang di dunia yang nyata. Hahaha. Dan untuk yang ulang tahun hari ini, tepatnya tanggal 2 Februari Selamat tambah usia dan… selamat ulang tahun bareng saya. Hahaha… Semoga diumur yang  tambah +1 ini diberikan kelancaran rejeki yang barokah, sehat, apa yang diimpikan tercapai, dan dapat berguna bagi sesama, bertambah petualangan dn pengalamannya. Aamiinn. 

 Mmnn., tanggal 2 Februari, kebetulan jatuh dihari kamis, yang pasti bukan hari libur kalau tidak ambil cuti. Untuk mengantisipasinya, minggu kemarin, tepat di akhir bulan, saya pulang kampung. Nah..,, kira-kira tempat mana nih yang saya kunjungi?? Gunung, pantai, air terjun??? 
JLS Tulungagung, pantai Klatak
Jalur Lintas Selatan Tulungagung


JLS Tulungagung, pantai Klatak
Pemandangan Samudra Hindia dari JLS Tulungagung
Minggu kemarin saya mencoba menggunjungi JLS atau Jalur Lintas Selatan Tulungagung. JLS merupakan jalur yang baru dibuka yang nantinya akan menghubungkan kota-kota kecil di selatan Jawa Timur. Mulai dari Kabupaten Pacitan sampai Kabupaten Banyuwangi. Memang beberapa jalan belum selesai atau bahkan masih terhalang dengan bukit-bukit yang rimbun dengan hutan, tapi diusahakan beberapa waktu kedepan sudah selesai. Dengan adanya jalur JLS ini perjalanan antar kota tidak akan memakan waktu yang lama. Tapi disisi lain, (mungkin saya aja ya yang merasa) hutan disebelah timur jadi semakin hilang dan pastinya pantai semakin rame dan tambah rusak. Iya tidak???

JLS Tulungagung, pantai Klatak
JLS arah ke pantai klatak,

Terus apa nih yang istimewa dari JLS Tulungagung??? Apa ya?? Kalau ngomong-ngomong soal jalan apalagi jalan baru pastinya lebar dan aspalnya cukup mulus dan enak untuk berkendara. Karena letaknya di pesisir pantai selatan yang dibentengi dengan barisan bukit-bukit, pastinya jalannya berkelok kelok dengan pemandangan hijaunya bukit dan birunya pantai. Untuk JLS Tulungagung saat ini terdapat dua pantai yakni Pantai Gemah dan Pantai Klatak. Kalau ingin tahu informasi temen-temen bisa tanyak Mbah Google karena sudah sangat banyak sekali yang memposting kedua pantai tersebut. Yang saya tahu, pantai Gemah merupakan pantai dengan pasir berwarna hitam yang paling luas diantara semua pantai di Kabupaten Tulungagung dan ditumbuhi pohon cemara ditepi pantainya. Yang terbaru lagi, kalau kalian ingin muter-muter tanpa jalan kaki, bisa menggunakan ATV yang disewakan. Saya kurang paham sih berapa harga sewanya, karena kemarin saya tidak sempat mampir ke pantai gemah. Alasan pertama karena libur ganda jadi pantainya ruame banget, sumprit. Tempat parkir aja sampai penuh. 

JLS Tulungagung, pantai Klatak
Pantai Klatak men,

JLS Tulungagung, pantai Klatak
Ada apa tuh


Karena itu, saya berniat pergi ke pantai Klatak, bagian paling ujung barat dari JLS Tulungagung saat ini. Diakhir aspal, kami tinggal melewati jalan makadam 100 meter dan sampai di pantai.  Dulu, beberapa tahun yang lalu saya penasaran sekali dengan pantai ini. Kata temen saya aksesnya sangat sulit.

Sampai di pantai, ada apa aja nih?? Ada orang, rumah, air, pasir hitam, tanah, pohon kelapa, hahaha. Ya pastilah. Dan tentunya pantai yang pasir berwarna coklat hitam dengan beberapa deretan karang dan air yang berwarna coklat. Ya, kalian bisa menilai sendirilah pantainya cantik atau biasa. Tapi yang beda, adanya beberapa karang membuat banyak pemancing datang. Warna coklat pada air pantainya mungkin disebabkan karena pasir pantainya yang coklat dan lokasinya di teluk sehingga ombak laut tidak langsung masuk. Jadi kalau kalian ingin memancing, plantai Klatak dapat menjadi rekomendasi. Oww ya satu lagi., tiket masuknya kalian akan ditarik seikhlasnya. Saya lebih suka seperti ini, semoga menjadi lebih barokah dan pengunjung tidak keberatan. Mungkin ini dulu cerita dan review bulan ini. Semoga informasi diatas bermanfaat dan dapat membuat kita semakin bersyukur hidup di Indonesia. 
JLS Tulungagung, pantai Klatak
Pasirnya yang coklat dan tidak terlalu ramai




JLS Tulungagung, pantai Klatak
Nyebrang dulu mas

JLS Tulungagung, pantai Klatak
sisi lain pantai, banyak orang mancing
JLS Tulungagung, pantai Klatak
ternyata banyak perahu nelayan







JLS Tulungagung, pantai Klatak
ngapain Mon??
Pesan Penting: Hati-hati jika berkendara di JLS karena jalannya yang lebar, mulus, berkelok dan pemandangan yang bagus membuat orang lalai berkendara, karena baru-baru ini terjadi kasus kecelakaan karena kelalauan pengendara. 

See you next review….. 


ranu Gumbolo
Hutan Pinus di Ranu Gumbolo
Hai- hai selamat pagi semuanya., apa acara tahun baru kalian kemarin?? Pasti meriah sekali bakar- bakar ( yang penting bukan bakar rumah), pesta kembang api atau lihat konser.
Kalau saya sih.,, Cuma di rumah lihat TV dan tidur. Males sekali buat ikut acara hura-hura diluar. Ya walaupun di kota saya tak seramai Surabaya seperti tiga tahun berturut-turut yang  lalu. Paling-paling acara pesta kembang api di alun-alun kota yang esoknya pasti banyak sampah kertas bekas kembang api, kalau tak gitu rumah sakit pasti panen kecelakaan. Dulu sih pernah, waktu tahun baru saya dan kawan-kawan dari ARISMADUTA naik ke puncak budeg buat lihat kembang api. Ealah yang tampak cuma percikan api yang secuprit dari atas ketinggian. 
ranu Gumbolo
kalau dari dekat aliran sungainya seperti ini
                Melanjutkan trip kemarin, tepat di hari Natal, keluarga besar mengajak survey tempat. Kami memilih Ranu Gumbolo dan Kampung Susu di desa Sidem Gondang. Kalau kalian mencari di internet pasti sudah banyak foto-foto  tentang Ranu Gumbolo. Saya juga sudah pernah memposting Ranu Gumbolo di Ranu Gumbolo part 1. Sebenarnya Ranu Gumbolo dari dulu juga sudah ada, biasanya buat tempat memancing dan tak seramai sekarang, gratis pula.  Sekarang sih memang di benahi. Pohonnya  lebih hijau, lebih tertata tapi juga lebih kotor. Apalalagi kemarin kami kesana tepat di hari Natal yang bisa dibayangkan ruamenya seperti apa. Ya memang sisi baiknya mungkin membuka peluang berjualan penduduk sekitar. Kata penduduk sekitar Ranu Gumbolo rame hanya di waktu libur. 
                Kalau bicara apa yang di sajikan di Ranu gumbolo sebenarnya hanyalah aliran sungai dari pegunungan menuju Waduk Wonorejo yang tepinya di tumbuhi hutan pinus. Lumayan cantik sih.,, kalau photografernya pinter ambil gambar. Hihihi. 

ranu Gumbolo
nongkrong di bambu-bambu


ranu Gumbolo
ayo selpie yuk sama artisnya
ranu Gumbolo
foto bareng semua
                
Habis dari Ranu Gumbolo, kami melanjutkan kunjungan ke Wisata Edukasi kampung Susu Dinasty di Desa Sidem Kecamatan Gondang. Kalau mau kesana arahnya sama seperti arah ke Trenggalek. Setelah gapura perbatasan Tulungagung-Trenggalek belok kanan dan ikuti jalan yang lumayan jauh ternyata. Bisa sih lewat Desa Kedungcangkring pemandangannya langsung di pinggir pegunungan.  
                Apa yang di sajikan di kampung susu ini?? Yang  pasti adalah sapi perah yang gendut-gendut. Beberapa kuda pacuan juga ada. Jadi  kalau ada yang ingin pesan susu kuda pacuan juga bisa yang langsung di perahkan. Kalau mau naik kuda untuk mengitari area yang kecil juga tersedia. Ow ya ternyata tempat kampong susu ini nyempil di bawah kaki gunung pas. Sebenarnya kampong susu ini bukan satu desa yang ditunjuk sebagai tempat wisata edukasi, tapi milik perseorangan yang dikelola secara pribadi. Satu botol susu sapi 450 ml siap minum dibandrol dengan harga Rp 6000. Ya lumayan lah buat sekedar njajan disana.


kampung susu sidem gondang tulungagung
habis dari ranu gumbolo kita ke kampung susu dinasty
kampung susu sidem gondang tulungagung
nih sapienya gendut-gendut

kampung susu sidem gondang tulungagung
Pii.,,, jadi sapi yang baik ya.,, Mmoooo...

kampung susu sidem gondang tulungagung
ini anak kudanya lagi makan rumput.. hayo anak kuda bahasa jawanya apa??
kampung susu sidem gondang tulungagung
selpie-selpie dulu

kampung susu sidem gondang tulungagung
selpie kedua




kampung susu sidem gondang tulungagung
mana yang paling mirip sapinya???




kedung tritis
Kedungnya membuat saya ingin segera menceburkan diri.. suuueegeer

Hai semuanya.., Selamat tahun  baru 2017 ya… semoga di tahun ini apa yag kita impikan tercapai, lancar segala urusan, disukseskan semuanya. Aamiin.  Liburan  akhir tahun ini kalian kemana?? Biasanya liburan Natal dan Tahun Baru lumayan lama sekaligus bertepatan dengan liburan sekolah yang sebagian besar orang akan menghabiskan waktu bersama keluarga. Temasuk saya, memanfaatkan liburan kali ini untuk pulang kampung lagi. Hihihi..
Tidak seperti saat kuliah, sewaktu liburan semester saya pasti menyempatkan diri naik gunung, namun kali ini acara saya beda. Pertama, mungkin teman-teman saya sudah pada keluar kota semuanya jadinya tak ada teman yang bisa diajak, apa lagi kemarin si Nita (banyak sekali episode mbolang saya bersamanya) sudah pulang kampung ke Klaten dan tak lagi tinggal di Surabaya. Kedua, saya ingin memanfaatkan liburan kali ini bersama keluarga, mumpung masih ada waktu libur panjang dan kebetulan kantor saya memberikan libur sepuluh hari. Horee…
Kemana saja saya selama liburan ini??? Yang pasti saya masih di kota kampung halaman tercinta dan tidak ada niat untuk pergi keluar kota. Bertepatan juga dengan keluarga besar saya sedang pulang kampung jadi kami hanya piknik cantik dalam kota. Hari pertama, saya berniat muter-muter di daerah Tulungagung bagian timur yang hampir dekat dengan Kabupaten Blitar. Kebetulan juga nyari-nyari di internet saya menemukan tempat yang sepertinya lumayan seru untuk berenang, apalagi tempatnya masih alami dan masih sepi.
kedung tritis
masih sepi,grojokannya itu lho suueger. 

kedung tritis
selamat datang di Kedung Tritis

kedung tritis
selpie-selpie dulu sebelum ciblon

                Nama tempatnya Kedung Tritis, lataknya di Tulungagung bagian timur yang bisa ditempuh 1,5 jam dari pusat kota. Tempatnya sangat nyempil dan kami harus mbasak-mbasak masuk desa, hingga tanya-tanya penduduk sekitar. Waktu itu saya berangkat bersama ulfa da dua adek saya. Walapun disiang bolong, tapi  sama sekali tak terasa panas. Jalan yang kami lewati dari desa ke desa dengan pemandangan barisan bukit dan sawah yang hijau. Adem banget…
                Tiba di lokasi, Ehh belum sih., tiba di desa terakhir kami berniat membawa motor menembus jalan setapak, menerjang semak-semak hutan  sampai ke lokasi. Ternyata jalannya cukup menguras keringat. Apalagi kami karena harus menggotong motor balik ke desa terdekat saking kecilnya jalan, motor kami tak bisa diajak kerjasama dan memutuskan  kami harus berjalan menembus jalan setapak kecil menuju lokasi. Sebenarnya lokasi kedung tak terlalu jauh dari desa terdekat, namun hanya bisa diakses dengan jalan kaki. Jalan sepaknya mengikuti aliran sungai kecil diantara rimbunan hutan jati yang sangat jernih sekali. Sumpah, saya sampai takjub, Masih ada aliran sungai yang sangat bening di tempat yang ketinggiannya kurang dari 400mdpl. Mungkin daerah ini merukapan daerah pegunungan dengan tanah yang mengandung kapur, jadi dasar sungai terlihat batuan dan tanah yang berwarna kuning.
                Tiba di kedung pertama, saya kira ini tempatnya. Sedikitnya saya agak kecewa karena tidak seperti apa yang terlihat di internet, takut zonk lagi seperti episode Kali Suro sebelumnya. Kami menyebrangi DAM yang sisi kirinya tebing vertikal berbatu yang dalamnya tiga meter. Sedangkan sisi kanan kami, kolam air yang terbendung berwarna biru dan cukup untuk ciblon. Kami menulusuri pinggiran  DAM lagi mengikuti batuan sungai yang bentuk dan bahannya sama seperti karang pantai. Padahal jaraknya cukup lumayan jauh dari pantai selatan. Sampai akhirnya kami tiba di air terjun dengan kolam yang berwarna biru kehijau-hijauan. Wow.. tanpa pikir panjang, saya langsung menceburkan diri ke air tanpa pikir panjang bahwa pulangnya saya harus mengenakan baju yang basah tersebut. Yaa.. mungkin akan kering sendiri kena angin dan matahari. Hahaha….
Serasa kolam milik pribadi, karena saat itu hanya kami berempat yang main kesana. Saya serasa jadi anak kecil lagi saking serunya bisa mandi di kedung yang masih asri di desa dan gratis pula. Hahaha. Saya berharap kedung ini akan tetap sepi, asri, gratis dan tak akan pernah terjamah masyarakat banyak apalagi sampai rusak. Aamiinnn…
NB: Kedung tritis airnya dimanfaatkan untuk pengisian kolam bukan untuk air minum., jadi airnya bisa untuk berenang.
See You on Next Tripp… 


kedung tritis
penjaganya lagi mejeng didepan

kedung tritis
tanpa pikir panjang ayo ciblon

kedung tritis
gaya 1

kedung tritis
gaya 2

kedung tritis
gaya 3

gaya 4



          

kalisuro Tulungagung
Selamat datangdi  grojokan kalisuro


 Kalau semisal ada pertanyaan “Kemana kalian akan pergi jalan-jalan dengan budget yang sangat tipis tapi dapat pemandangan yang bagus??”  Ada yang mau jawab?? Koment di bawah ya.. ^_^v
                Kalau menurut saya sih, pulang kampung pilihan yang tepat. Apalagi yang rumahnya asli desa bukan kota besar, seperti saya. Untuk temen-teman yang rumahnya di kota, mungkin bisa ikut temen yang pulang kampung ke desa. Apalagi rumah temen kalian merupakan daerah yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya. Ya paling tidak ada tourguide gratis lah syukur-syukur makan gratis sekalian.  Hehehe…
                Ngomong-ngomong budget yang sangat tipis, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung ke daerah saya. Memanfaatkan waktu libur yang tak tentu batasnya ini, saya mencoba mencari-cari di internet tempat-tempat baru di daerah saya yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Bersyukur banget karena ternyata masih banyak tempat-tempat baru yang lagi booming di Instagram, Hihihi… Lumayan lah, mungkin hanya bermodalkan uang bersin untuk menulusuri kabupaten yang luasnya 3x luas kota Surabaya ini.

kalisuro Tulungagung
ya,, mungkin seperti ini lah wujud grojokannya dari jauh

kalisuro Tulungagung
Mencoba memotret dari kamera hp..Thanks Wid fotoku jadi bagus
                 
                Dari internet sih, kemungkinan tempat yang kami tuju merupakan air terjun kecil dengan kolam yang berwarna biru toska yang mantap untuk berenang. Karena memang banyak kolam-kolam biru toska disekitar daerah yang akan kami tuju ini. Seperti air terjun alas kandung yang sekarang tambah jelek. Karena kemungkinan belum terjamah masyarakat umum, kami semakin penasaran dengan tempat tersebut. Bermodalkan petunjuk arah dari group sebelah yang tentunya belum ada bayangan juga di kepala, hari minggu kemarin saya, dan dua adek saya melajukan motor ke tempat yang dimaksud. Perjalanananya kurang lebih setengah jam dari pusat kota melewati melewati petak-petak sawah. Ya… Lumayanlah untuk melepas galau dari bisingnya kota. 
                Tiba di pertigaan yang dimaksud, kami mulai mengikuti jalan sama seperti penjelasan dari internet. Lurus, belok kanan, belok kiri, masuk hutan, dan ujung-ujungnya tanya penduduk sekitar. Dan akhirnyaa… Tarraaaaa.. kami sampai di nama tempat yang di maksud, Kalisuro.
Tapi… ternyata tempatnya sangat  berbeda dengan foto yang ada di internet dengan warna biru toska. Yang kami temukan hanyalah grojokan kecil di tengah-tengah hutan jati dengan batu kapur berwarna kuning.  Bayangan  kami pasti enak banget bisa berenang di kolan hijau toska yang masih sepi apalagi waktu itu cuacanya lumayan panas. Duh,,.. boro-boro mau berenang, airnya aja hanya selutut belum lagi airnya jadi kerus setelah saya uji kedalamannya. Ada sih beberapa ikan di grojokannya itu. Walaupun saat itu hanya kami bertiga yang ada disana..

kalisuro Tulungagung
karena airnya entah darimana dan kebetulan jarang hujan jadi seperti ini

kalisuro Tulungagung
kayaknya sih sueger kalau dari deket

kalisuro Tulungagung
ayo wid,, sekalian ciblon,,

kalisuro Tulungagung
mbak yu,, batunya lumayan nih,,kalau pake sandal licin, gag pake sakit di kaki

cemenung, Tulungagung
pulangnya,tak sengaja ketemu bangunan ini. namanya Cemenung

cemenung, Tulungagung
katanya cemenung ini bekas tambang