candi prambanan
welcome to Prambanan Tample


hello..
Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan lagi untuk menulis.
Kali ini saya akan menulis cerita saya dari JOGJAKARTA yang baru kemarin lusa saya kembali.
Well.. udah lama sih saya pingin banget bisa menginjakkan kaki ke Jogja. Dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan bisa mengunjunginya dan Gratis.. tis..tis. (psstt.. ini pertama kalinya saya ke jogja)
seperti yang sudah saya ceritakan dalam judul strategi jalan-jalan. Dan kali ini juga saya bersama keluarga bude saya.
Berangkat dari Surabaya pukul sebelas malam. Kami memilih jalur surabaya-jombang-nganjuk-madiun-ngawi-jawa tengah.  Tiba di Surakarta sekitar pukul enam pagi sekaligus mampir buat ngicipi nasi liwetnya.. Mmm ternyata rasanya pas banget dengan lidah saya (dasar orang kidullan).
setelah selesai mengisi perut dipinggiran jalan, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju tujuan utama "JOGJAKARTA"
    Sekitar pukul delapan pagi kami sudah memasuki wilayah kabupaten Klaten. Suasana sudah berbeda dari kota sebelumnya. lampu-lampu jalanan berwarna hijau dihiasi kuning emas. Mmm... mumpung di Klaten sekalian kami mengunjungi Candi Roro jonggrang alias Prambanan. Ternyata tiketnya lumayan mahal juga ya. Rp 30.000 per orang itupun kalau lagi tidak ada festival. Tapi saya rasa candi ini cukup mengagumkan untuk peninggalan sejarah kita. Apalagi ditambah dekorasi tamannya yang bagus membuat candi ini semakin menawan.
Komplek candi prambanan terdiri dari beberapa candi. Mulai dari yang terbesar yakni candi roro jonggrang sampai candi yang ukurannya dibawah Roro Jonggrang. Beberapa candi sedang dalam proses pemugaran. Jadi beberapa tidak bisa dimasuki. Nah didalam candi-candi tersebut terdapat beberapa patung didalamnya.



candi prambanan
tiba di Prambanan. foto bareng dulu.


candi prambanan
gini kalau foto pake timer. belum siap udah kejepret

candi prambanan
kemegahan candi prambanan

candi prambanan
sugeg rawuh dateng Prambanan

candi prambanan
mas asa asal jepret nih.. tapi bagus kok.

Di dalam komplek prambanan, terdapat juga museum yang menyimpan barang-barang pubakala dan gamelan-gamelan. Dikawasan museum prambanan ada juga galeri seni sekaligus pelukisanya. Mmmm.. bagus deh lukisannya.

candi prambanan
ini pelukisnya yang sedang asyik melukis

candi prambanan
museumnya mnyimpan barang-barang kecil prambanan
Setelah puas mubeng-mubeng Prambanan, kami melanjutkan perjalanan menuju pasar Bringharjo.  Bukannya sudah terkenal pasar terbesar JOkja sekaligus harganya murah meriah. Biasalah.. ibu-ibu sukanya belanja.Mumpung sekalian dipasar, bude saya langsung memborong sepuluh potong baju batik. 
Sedangkan saya yang sama sekali tidak suka belanja, yang akhirnya dolan sendiri bersama Mas Asa.. 
Didekat pasar Bringharjo terdapat benteng "Vredeburg" yang lumayan Ok untuk mengenal wisata sejarah. 
Cukup membayar Rp2000 rupiah per orang, sudah bisa menikmati diorama sejarah jokjakata. Mmm.. lumayan lah.. nambah koleksi foto.

benteng vredebrug
suasana di dalam benteng





benteng vredebrug
benteng vredeburg
benteng vredebrug
ini ada penyewaan sepedha kalau ingin keliling benteng
ini diorama di dalam benteng
benteng vredebrug
gag lupa donk untuk foto dulu


mercusuar banggkalan
mercusuar di Bangkalan
Bagi pecinta wisata belanja, Saya rasa berburu batik Madura bisa menjadi pilihan. 
Kenapa saya bisa katakan demikian.?? 
Pertama, Indonesia sudah terkenal Batiknya hingga seantero dunia. 
Kedua, Setiap daerah memiliki ciri khas batik sendiri. Dan salah satunya Madura
Ketiga, yang paling membuat "ngiler" para pecinta belanja adalah harga yang relatif murah dibandingkan batik tulis dari daerah lain. Batik tulis asli dari daerah pamekasan hanya dibandrol harga 50.000-70.000 dengan aneka pilihan warna.
Yang khas dari batik madura adalah warnanya yang "ngejreng" alias cerah banget dan coraknya kontras. 
tapi itulah yang membuat batik madura memiliki ciri tersendiri. 

Berawal dari ketidaksengajaan, saya pergi melancong bersama mbak Susi (kakak kost) ke Madura yang hanya ditempuh 45 menit dari Surabaya via TOL Suramadu.
Tempat yang pertama kami kunjungi adalah menara mercusuar  peninggalan Belanda yang terletak di Kabupaten Bangkalan. Saking penasarannya saya akan tempat itu, dengan modal nekad dan sebenarnya sedikit rasa takut menjajakan kaki di Madura dan ditambah tidak tahu jalan, kami memberanikan diri berangkat. Hanya berbekal petunjuk jalan. dan sedikit bertanya pada beberapa orang, Alhamdulillah akhirnya kami sampai di Mercusuar itu. 
Ya.. Mercusuar ini berdiri dengan 23 lantai. Dari atas mercusuar kita bisa melihat pemandangan laut (lebih tepatnya selat antara Madura dan Surabaya).
Akses menuju tempat ini sebenarnya sedikit sulit karena tidak ada petunjuk sama sekali. Apa lagi tempatnya yang terpencil dan di kelilingi mangruve dan hutan.Untuk biaya masuk akan ditarik 2000 untuk masuk di wilayah halaman dan 8000 unuk masuk di dalam mercusuar. 
(Tip buat kalian kalau ingin kesini adalah beranilah bertanya dan hati-hati ya.)
Pulangnya kami mampir di beberapa toko untuk membeli batik Madura. Di sepanjang jalan dari arah Suramadu sampai kota Bangkalan,  berjajar toko yang menjual batik Madura. Mbak Susi mengajak saya mampir karena dia sangat ingin membeli batik yang berwana "orange" yah..
Toko yang pertama menawarkan harga 70.000 asli batik tulis. mmm.. Menurut saya bagus sih batiknya. seperti ada kesan tiga dimensinya. Tapi karena menurut mbak susi terlalu mahal. dia hanya membeli satu. 
 kemudia kami mampir kembali ke Toko berikutnya. Dan ternyata toko kedua menawarkan harga 50.000 dengan ukuran yang sama dengan toko yang pertama.

mercususar bangkalan
pemandangan dari dalam mercusuar

mercusuar bangkalan
mbak susi, pegangan lho ya..


mercusuar bangkalan
Me. diatas puncak mercusuar
mercusuar bangkalan
rimbunan mangruf dan perahu nelayan 

mercusuar bangkalan
sunset dari atas mercusuar



puncak mahameru
Foto dipuncak mahameru bersama sepuluh teman saya


Seharusnya cerita ini saya tulis setelah "Mahameru Part II Kalimati". Tapi karena kedisikkan (keduluan) traveling ke Blitar dan seterusnya. Jadinya saya sempet nulis sekarang. (^_^v
Well... lanjut ya ceritanya.
 Setelah kami tiba di Kalimati, dibeberapa sudut sudah nampak banyak tenda berdiri.  Kalimati merupakan post camp terakhir sebelum pendaki melajutkan pendakian  ke puncak. Dan  sebenarnya merupakan tempat terakhir yang boleh di daki. Seharusnya. 
Setibanya, kami segera mendirikan tenda kami. Tepatnya diantara pohon-pohon cemara. Setelah tenda berdiri, beberapa teman mengambil air di Sumber Mani. (sumber airnya disana)

kalimati
tenda-tenda kami mulai dipasang.
 Saya ceritakan saja ya bagaimana menurut saya Kalimati itu. Kalimati itu mirip seperti bekas sungai yang lebar banget tapi tidak ada airnya. Ditengahnya  ditumbuhi semak belukar, tundra dan edelweis. Dihimpit oleh dua daerah yang ditumbuhi cemara disekitarnya. Dari sini kita bisa melihat puncak Mahameru dengan sangat jelas (kalau cuaca mendukung).  Karena diatas ketingian 3000mdpl disini sangat dingin sekali. 
Nah, karena terlalu panjang kalau nanti saya tulis, saya singkat saja ya

kalimati
Ini. pemandangan dikalimati
. Ok.. Malam harinya kami breafing untuk perjalanan ke puncak. Mengingat perjalanan saya kesini yang merepotkan banyak orang, teman-teman sangat ragu membawa saya. Tapi memang saya dasarnya yang nduableg (bandel), saya tetap memaksa ikut ke puncak. Hehe... ^_^v. Dan dengan berat hari mereka membawa saya.
Well.. jam 11 malam kami mulai mempersiapakan diri.  Baju berlapis-lapis, jaket, kaos kaki, salon pas, sudah tertempel semua dibadan. Semua anak cowok memakai sepatu yang memang seharusnya wajib dipakai. Tapi Oonnya saya yang nggak bawa sepatu da hanya memakai sandal gunung dengan kaos kaki yang tipis diantara dinginnya hawa saat itu.
 Bersama puluhan pendaki lain, kami mulai menapakkan kaki kembali menembus tanjakan-tanjakan dan hutan lereng puncak Mahameru.
Detik-detik pertama perjalanan masih lancar. Detik-detik berikutnya... Lho kok semakin ngos-ngossan? lho kok semakin deres hujannya?? Dan.. Tara.. hujan sangat amat deras  mengguyur kami. Medan yang saya rasa parah tanjaknya, semakin  terasa sulit berkat hujan deres yang mengguyur. (Horee..). Ditambah lagi saya yang semakin merepotkan banyak orang karena dikit-dikit harus Break. (^-^). 
Well.. Alhamdulillah sekitar jam setengah dua kami tiba di Arcopodo. Daerah yang paling datar diatara tanjakan-tanjakan.
Kenapa disebut arcopodo?? konon katanya disana ada arca (patung) dua buah yang hanya orang tertentu saja yang bisa melihatnya. (magic banget). .Alhamdulillah, bisa istirahat meskipun hujan semakin dekat dan dingin semakin menjadi karena angin yang semakin kencang. 
Dimana ada dingin disana ada hipotermia.  Dan benar saja, seorang dari rombongan lain (kalau ndak salah anak ITS jurusan Arsitek) terkena hipotermia berat bahkan sudah tak sadarkan diri yang akhirnya dibawa rombongannya kembali turun ke Kalimati. Melihat kondisi dan cuaca parah, beberapa rombongan lain juga memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke puncak dan kembali ke Kalimati. 
Well.. Disisa akhir yang  melanjutkan perjalanan  adalah sepuluh orang kelompok saya dan tiga orang dari teknik industri ITS.
Ok.. detik-detik pertama perjanan masih lancar. dan Kini kami memasukki area pasir Mahameru... Semangat saya mulai berkobar kembali karena  semakin dekat dengan puncak Mahameru. Tapi jangan salah disinilah pendakian sebenarnya dimualai. (^_^). 
 Ayo.. Mahameru. I'm coming. Sekitar satu setengah jam kami menaklukkan pasir-pasir mahameru yang menyebalkan. Bagaimana tidak?? Orang sekali diinjak, pasirnya langsung mlorot lagi. kalau diumpamakan naik satu langkah turun dua langkah. Sebelkan?  Apalagi angin semakin kencang  dan pasirnya sedingin es..
Kata teman-teman, kami hanya kurang melangkah  sekitar lima ratus meter saja. Ok... Ayo semangat. 
Tapi lama-lama saya merasa kok tidak sampai-sampai sih?? "Katanya lima ratus meter tapi kok, udah empat jam belum ada tanda-tanda puncak.??" Yang ada masih kedip-kedip senter pendaki lain yang kayaknya juga masih jauh didepan. 
Dan disini keputus-asaan saya mulai kambuh lagi. Saya mulai ragu melanjutkan perjalanan. Sedikit-dikit mulai break. Apalagi ditambah mata yang ngantuk, capek yang membahana, Lapar yang sangat merajalela dan dingin yang sangat menusuk tulang.
Ditambah lagi, salah seorang teman saya  "Kurang lima ratus meter yang ternyata satunya  ilang". Paham maksudnya?? Ya yang sebenarnya kurang 1500m lagi. JEdengggg... tambah semakin down saja saya.
OK.. meskipun dikir-dikit saya harus break. Tapi semangat saya masih tetap kuat dan yakin saya pasti bisa mencapai puncak. Disanalah saya bisa melihat kerakter teman-teman yang lain. Mana yang benar-benar baikda mana yang egois. Dan matahari mulai menampakkan wujudkan di ufuk barat. Alhamdulillah dingin sedikit menghilang berkat matahari. Tapi sisi negatifnya, medan semakin tampak jelas sulit dan masih sangat  jauh.

puncak mahameru
mentari yang mulai menampakkan diri dilereng 

Ok.. saya kembali lagi merangkakkan kaki (udah ndak sanggup lagi berjalan). Saking asyiknya merangkak, saya tak sadar telah mengambil jaur yang salah. Alhasil.. saya terjebak pada posisi yang sangat amat membahayakan jiwa dan raga. Ya.. pasir yang saya injak longsor dan menyeret tubuh saya. Sambil terseret longsor, segera saya berteriak kebingung. Dan tepat dibawah saya ada teman saya, Salman. Dia berusaha menahan tubuh saya agar kita tidak terseret lebih jauh.  Secepat kilat saya raih batu-batu dan pasir-pasir yang ternyata juga masih longsor.  Yang kemudian  menyeret kami kembali. Dan saya bersyukur tangan saya nyantol pada  pasir-pasir itu. Dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Saya hanya bisa diam menunggu pertolongan kalau tidak ingin keseret lebih jauh dan bahkan menatap batu-batu yang mengerikan dibawah.
Ok.. posisi paling genting dan sangat berbahaya. Salman ditarik oleh pendaki lain dan dia selamat. Dan kini tinggal saya bertahan dan tidak bisa bergerak sama sekali. Salman dan orang baru lagi mengulurkan tangannya pada saya. Tapi, kurang 5cm lagi, tangan saya tidak bisa menggapainya. Alhasil. Saya terseret turun kembali. (sumprit, kayak di film-film yang didramatisir. Tapi ini beneran lho..). Singkat cerita akhirnya saya ditarik dua orang itu dan selamat dari maut. Alhamdulillah.
Saya singkat lagi ya.. Karena Saya memutuskan untuk ditinggalkan sendiri oleh teman-teman karena saya sudah terlalu merepotkan mereka.  Ok.. Dan sekarang saya sendiri dengan kondiri teller hamper ndak sadar diri kaena sangat amat terlalu capek.  Tapi saya masih tetap yakin dan berusaha merangkak-rangkak sebisa mungkin .. Dan Alhamdulillah. Saya bisa melihat bendera merah putih berkibar didepan mata. Dipuncak Mahameru. 3676mpdl. Horeee..

puncak mahameru
saya dipuncak MAhameru.. ^_^
puncak mahameru
pemandangan dari puncak mahameru (foto by winona

puncak mhameu
puncak gunung arjuno dan welirang juga nampak dari puncak mahameru


 Moral Value From This Story:
1.      Yakinlah bahwa kamu bisa melakukannya.
2.      Niat yang kuat dan perjuanga pasti akan membawa hasil
3.      Jangan pernah menyepelekan orang / memandang orang sebelah mata.
4.      Jangan sombong diri, karena kukuasaan Tuhan lebih besar.
5.      Saling tolong-menolonglah dengan sesama.
6.      Dan bersyukurlah selalu atas kesulitan dan kemudahan yang telah dberikan Tuhan.. (^_^)

Thank To:

1.      Syukur Alhamdulillah pada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk menjajakkan kaki di bumiNya.
2.      Teman-teman yang telah bergotong royong. Menggeret, memberi semangat, dan membawa saya sampai kita bisa menggapai puncak bersama.. Trimakasih banyak ya.. dan saya berharap semoga kalian tidak kapok.. Dan maaf kalau saya banyak merepotkan. (^_^v)
gunung welirang
Jurang dipuncak gunung welirang

Saya bisa katakan, liburan semester saya kali ini benar-benar komplit..plit..plit..
Setelah mengujungi wisata sejarah di Kota Blitar, pantai Molang diedisi sebelumnya, satu minggu kemarin saya sanpa sengaja diajak oleh teman kuliah saya ke Gunung Welirang. Hal itu benar-benar tanpa direncana sebelumnya.
Sabtu pagi, Si Nita mengirimkan sebuah pesan pendek kepada saya tentang acara hari sabtu minggu. Jelas,, perkuliahan belum dimulai dapat dipastikan kosong. Segera dia segera mengirimkan sms kembali berisikan ajakan ke Gunung Welirang hari Sabtu ini berangkat pukul 11 siang.. Buset dah.. ndadak amat.. belum juga bawa, beli, nyiapin peralatan.. Sontak, saya langsung bangkit dari kasur, berlari, segera menyelesaikan cucian, dan cabut nyiapin peralatan. 
jam 12 siang (molor dikit dari rencana) Nita menjemput saya di kosan dan segera menancapkan gas motor ke kontrakkannya mas otto. 
Sekitar pukul 1 siang, lima anak berangkat, dua cewek saya dan nita dan tiga cowok ke arah Kab. Pasuruan  dengan  motor.
Perjalanan dari kota Surabaya sampai Pasuruan memakan waktu sekitar dua jam. Apalagi saat itu hujan deras mengguyur kami dari Sidoarjo sampai masuk Gempol. Belum aja pendakian dimulai kita sudah basah kuyup semua.
Tiba di post perijinan sekitar pukul 18.00. Post perijinan terletak di Tretes tepatnya dibelakangn Hotel Surya. Dan ternyata pendakian ke gunung welirang maupun Arjuno masih ditutup hingga batas yang tidak ditentukan.
Lha teruss  gimana kita nih????
Keputusan bersama menyatakan bahwa kita menjadi, pendaki ilegal. Dan kosekuensinyaa resiko harus berani ditanggung sendiri. termasuk kalau  hilang..
Pendakian ditutup karena adanya dua pendaki yang hilang satu minggu sebelumnya. Dan ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Hia... tambah serem aja pendakian kita kali ini. 
Setelah sholat magrib. Sekitar pukul 19.00 kami melangkahkan kami kenelusuri hutan-hutan welirang....
Sebenarnya medannya bisa dikatakan cukup enak dan bagus. Jalan makadam berbatu dengan lebar seukuran mobil jip sangatlah mudah untuk dilalui. Namun gara-gara saya lama tak naik gunung ditambah jalan yang terus menanjak tanpa ada bonus datar membuat napasku ini kembang kempis tak karuan..
Tiga jam sudah kami berjalan menembus hutan welirang ditemani malam yang mulai larut. Dan sekitar pukul sepuluh malam sampailah kami di pos kedua yang biasa di sebut "kop-kopan".  Disana ada sebuah gubug warung yang pada saat itu kosong tanpa penghuni dan sumber mata air disampingnya. Seger sih... tapi.. ya tambah semakin dingin  apalagi  malam hari. Saking ngguantuknya mata ini, saya minta istirahat agak lama. paling nggak satu jam untuk sekedar memejamkan mata.

gunung welirang
sumber mata air dipos dua waktu siang hari..

gunung welirang
mas otto.. ngapain disono??

Sekitar pukul sebelas malam, kami melanjutkan langkah  kembali menelusuri tanjakan batu welirang.
Dan kali ini tanjakannya lebih miring dari jalan sebelumnya dan cemara mulai bermunculan. Lebih parahnya  sudah hujan, kedinginan ditambah kelaperan membuat saya lebih sering minta break. (Mmmhhh.... -_-")
Empat jam kami menjajakan kaki, dan sekitar pukul setengah tiga pagi kami tiba di pos tiga yakni "Pondokkan" Alhamdulillah.....
Segera kami mencari medan yang pas untuk mendirikan tenda. Ternyata disana  sudah berdiri dua tenda dari pendaki lain. Mereka dari Mapala salah satu universitas dari kota Malang. Alhamdulillah.. ada teman pendaki ilegal.. hehehe.
Tenda berdiri, kopi tersaji, Roti terbuka rapi.. Wes.. langsung santap ludes...
Rencana bangun jam empat untuk mengejar sunrise dipuncak batal karena  kalah dengan mata  yang mengantuk, kami masih melanjutkan  tidur kami lagi dan  bangun pukul 6 pagi. Sekalian terlambat, sekalian kita nerusin tidur dan berangkat muncak pukul tujuh pagi.
Kami mengira perjalanan ke puncak lebih dekat dan cepat. Sama dengan gunung lainnya. Mungkin hanya membutuhkan waktu 30menit saja. Tapi kali ini dugaan kami salah besar. Kami harus melewati jalan tanah yang datar dan becek dikelilingi pohon cemara, dilanjut jalan berbatu menanjak miring  yang panjang, dan barulah kami melewati perbedaan vegetasi menjadi tunbuhan tundra. (biasanya diatas ketinggian 3000mdpl ada perbedaan vegetasi).  Tapi medan tetap tampak sama. Mennanjak.
Sekitar dua jam berjalan melewati tanjakan-tanjakan yang bikin down saya,   sampailah kami  pada tanah lapang berwarna lempung coklat muda yang banyak bertebaran belerang dan banyak cabang jalan.
Nah.. karena pada saat itu kabut tebal dan hujan badai sampai jarak lima meterpun didepan kami tidak tampak, Kami mengira itu adalah puncak welirang.  Tapi seingat saya puncak welirang itu bentuknya  berbatu dan tidak seperti ini (referensi dari foto sepupu saya). Dan memang benar, kami harus melanjutkan kembali penjalanan yang menerobos badai didepan yang begitu tebal dan dingin.  Kami  berjalan  menerobos kabut-kabut tebal dan angin badai yang dingin diatara jurang dan tundra menuju puncak tertinggi.
Busett dah.. dan badai semakin membahana ketika kami hampir sampai 10meter dari puncak. Kencangnya angin dan tebalnya kabut, ditambah dinginnya udara yang sangat berbahaya  membuat kami mengundurkan diri untuk kepuncak.  Satu orang dari anggota kami, nekat pergi kesana. dan Saya, Nita, Nouval, dan mas Otto menunggunya dibalik semak tundra, berteduh dari angin badai.
Namun, sekitar satu jam nenunggu, tak ada tanda-tanda anggota kami kembali. rasa takut mulai muncul mengingat  orang hilang satu minggu yang lalu.
Kami menitipkan pesan pada Mapala Malang yang saat itu juga kepuncak agar memberitahu anggota kami yang belum balik bahwa kami menunggu dibawah. Sekitar lima ratus meter setelah kami berjalan, tampak empat orang yang sedikit kabur tertutup kabut badai. Dan ternyata salah satunya adalah anggota kami yang hilang.  Alhamdulillah. Ndak jadi bawa Tim SAR
Sayang.. badai membuat foto-foto kami hanya sedikit. pemandangan hanyalah kabut putih..

gunung welirang
Dari kiri, saya, nita, nauval dan mas toto



gunung welirang
Dipandang tundra, 1km dari puncak welirang

gunung welirang
menahan dinginnya badai, 15 meter dibawah puncak welirang


MORAL VALUE FROM THIS STORY:
1. Demi keselamatan, jadilah pendaki legal dan jangan melanggar peraturan.
2. Isi energi dengan baik biar nggak ngerepotin orang banyak.




pntai molang
sudut barat pantai molang
Dua hari setelah saya dan Ulfa mengunjungi kabupaten Blitar, kali ini waktunya kita mengunjungui wisata alam. Berbekal petujuk arah kecil di perempatan Ngunut, kami melajukan motor lagi kesana.
Satu jam perjalanan ke arah kecamatan Ngunut dari rumah kami, tampak panah kecil bertulisan "PANTAI MOLANG" ke arah selatan tanpa ada penjelasan yang lain. Dan.. Wusss... motor berbelok arah  mengikuti panah itu walaupun tak tau kemana kami akan pergi
 Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi kali ini cuaca cukup bersahabat dengan kami. Walaupun mendung gelap tampak di ujung barat dan dapat dipastikan wilayah kota Tulungagung sedang hujan deras. Tiba di perempatan panjer, tampak sebuah rombong es yang betulisan "Es koniciwa" dan memang baru kali ini saya menemuinya.
 NB:"sebenarnya sekitar satu bulan yan lalu saya menemani ibu saya pergi kedaerah ini. dan es ini hanya ada di daerah ini. Karena sama sekali tidak membawa bekal apapun, kami Mampir sekedar membeli es untuk dibawa ketempat tujuan kami. Ya... es koniciwa terdiri dari jeli-jeli beraneka bentuk, buah melon, ditambah srup rasa melon, anggur, jeruk dan susu. Mmm.. Sedapnya.. Apalagi kalau dinimati ditepi pantai nanti.
sambil nenunggu es  dibungkus, kami bertanya arah ke pantai molang. Dan untung saja, seorang pembeli tinggal di dekat pantai itu.
Kami dipandu kesana. setelah melewati desa-desa, Kami memasukki kawasan hutan yang rimbun dan  jalannya aik turun. namanya "Luk Songo". Disebut luk songo karena tinggkungannnya berjumlah sembilan. Kawasan pantai selatan dibentengi oleh bukit pegunungan kidul yang terbentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Jadi kalau kita pingin ke pantai, pasti melewati pegunungan dulu. Parahnya lagi, pantai yang akan kita kunjungi ini belum sama sekali dijamah. Awal-awalnya, jalan masih nampak mulus,, beraspal,, naik turun. Namun ketika di tengah perjalanan, jalan berubah menjadi roller coster beneran yang mungkin menyangkut nyawa kita tanpa ada pelindung beltseat.
HIiaaa.... jalan makadam batu yang turun dengan kemiringan 50 derajat. Sontak kami berteriak layaknya sedang naik roller coster beneran. Setelah turun derastis, jalan langsung disambung dengan tanjakan parah 45derajat dan harus menggas motor sekenceng-kencengnya kalau nggak ingin turun lagi.. Jalan masih tampak sama selama 10km. makadam berbatu, naik dan turun...
Mbll..mbbllll..mbblll.. mungkin kayak gitu suara yang keluar dari biibir kami melintasai jalan berbatu-batu tersebut.
Sampai dikampung terakhir, kami bertanya pada seorang penduduk kemana arah pantai Molang.
Dan kami diarahkan pada jalan makadam yang lebih sempit lagi, lebih extrim lagi.
Dan AAaaaa..... wusshhhhhh.. motor meluncur. melewati tanah berbatu dan becek itu..
kalau lalai saja. pasti kita udah..
Dan.. Allhamdulillah.. Setelah badai, pasti ada pelangi..  di ujung jalan nampak biru luas..  pantai selatan.

pantai molang
sudut timur pantai molang

pantai molang
dihiasi karang-karang



pantai molang
aku dan ulfa dtas pasir molang

pantai molang
banyak orang mancing lho...
pantai molang
pas lho klo mau hunnting foto
pantai molang
narsis dulu ah
pantai molang
ikanya gedhe-gedhe

pantai molang
akses pertama akan nanpak pantai ini

pantai molang
kejepret juga nih gue

pantai molang
kecil diantara laut yang luas


candi penataran
candi penataran
Mengisi liburan kali ini saya kembali menjejakkan kaki mengunjungi salah satu tempat wisata bersejarah di Indonesia. Kali ini objek berada di kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Dan kali ini pula saya menjelajahinya bersama Ulfa kembali.
Ya, petualangan kami mulai dari Rumah saya di Tulungagung menuju Kabupaten Blitar pukul sepuluh pagi.
Dengan jarak 30Km dari kota Tulungagung, kami mengawalinya dengan mengendarai sepedha motor.
Tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah makam Presiden Pertama Republik Indonesia yakni Makam Sukarno.
Dengan memakan waktu dua jam, kami tiba di komplek makam Sukarno yang berada di pusat kota Blitar.
di area komplek sukarno ini, selain terdapat tiga makam yakni makam Bung Karno dan ayah ibu bung Karno, selain makam disini juga terdapat museum Sukarno serta perpustakaan.
Didalam museum ini, kita kan disuguhi lukisan-lukisan bung Karno, beberapa barang-barang peninggalan seperti Jas, uang, serta foto-foto bung Karno dengan beberapa negara.
Selesai mengunjungi museum, kami melanjutkan menuju ke Makam. Diantara kawasan museum dan makan, terdapat suatu taman kecil yang dihiasi pilar-pilar serta air mancur. Tak lupa juga beberapa pedagang souvenir berjajar menjajakan dagangan mereka.
makam bung karno
pemandangan di dalam komples sukarno

Tak lupa juga saya membeli es khas blitar yang biasa disebut es drop kacang ijo. memang sih sekarang tak hanya kacang hijau tapi juga beraneka rasa.
selesai pengambilan gambar untuk video, kita melajutkan perjalanan. ketika keluar dari komplek pemakaman, ita kan disuguhi pasar tradional yang menjual souvenir khas dari kota blitar.
sepeti kaos-kaos bergambar sukarno, tas, batik. dan harganya pun relativ murah. 

makam sukarno
aneka souvenir kayu


Tempat kedua yang akan kami kunjungi  merupakan komplek candi terbesar di Jawa Timur.
 Ya, Komplek Candi Penataran merupakan komplek candi peninggalan dari Kerajaan Kediri sebagai tempat pemujaan hindu Shiwa.
Candi berada di Kecamatan Nglegok ini   berjarak 9Km sebelah utara dari makam bung Karno.
Tak perlu waktu lama untuk mengujungi komplek ini, cukup membutuhkan waktu 20menit dari makam bung Karno. Candi yang memiliki ketinggian 450 mdpl ini berada di barat daya Gunung Kelud memiliki hawa yang sangan sejuk sekali.
candi penataran
relief candi penatara

candi penataran
komplek candi penataran dengan candi angka tahun paling di depan

Adanya pahatan Kala (raksasa menyeringai), arca Ganesya (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Candi Penataran adalah candi Hindu. Nama asli candi Penataran dipercaya adalah Candi Palah yang disebut dalam prasasti Palah, dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa yang memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 – 1200,

candi penataran
arca didepan candi induk

Candi ini terdiri dai beberapa komplek yakni halaman depan yang terdiri dari bale agung, pendopo teras serta candi angka tahun.  halaman tengah yang terdir dari candi naga yang berbentuk kotak, dan halaman belakang yang terdiri dari candi utama yang berbentuk piramida berundak. 

candi penataran
hunting foto di candi

candi penataran
aku dan Ulfa